Beranda / Seni dan Budaya / Kenyamanan Hidup Terancam Akibat Kerusakan Hutan dan Banjir

Kenyamanan Hidup Terancam Akibat Kerusakan Hutan dan Banjir

Batam – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komunitas Seni dan Cagar Budaya Melayu Kepulauan Riau, Khairul Bin A. Latif, menyampaikan pesan melalui pantun persoalan banjir yang kerap melanda berbagai wilayah sebagai dampak langsung dari kerusakan lingkungan, khususnya akibat penebangan hutan yang tidak terkendali.

Dalam pernyataannya, Khairul menyampaikan kritik tersebut melalui pantun Melayu yang sarat makna. Menurutnya, pantun bukan sekadar warisan sastra, melainkan media pesan moral yang relevan dengan kondisi hari ini. “Pantun itu menggambarkan kenyamanan hidup manusia yang sederhana, namun bisa berubah menjadi penderitaan ketika alam dirusak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua baris awal pantun melukiskan kehidupan yang tenteram dan damai, simbol keseharian masyarakat yang menikmati hasil alam. Namun pada baris berikutnya, muncul realitas banjir yang melanda negeri akibat hutan yang ditebang dan menyebabkan erosi. Hal ini, kata Khairul, merupakan peringatan keras bahwa bencana bukan datang tanpa sebab.

“Banjir bukan hanya soal hujan deras, tetapi akibat dari hilangnya fungsi hutan sebagai penjaga keseimbangan alam. Ketika hutan ditebang, tanah kehilangan daya serap, erosi terjadi, dan akhirnya masyarakat yang menanggung dampaknya,” tegasnya.

Sebagai pegiat seni dan budaya Melayu, Khairul menilai kearifan lokal Melayu sejak dahulu telah mengajarkan manusia untuk hidup selaras dengan alam. Nilai-nilai itu, menurutnya, kini mulai terabaikan oleh kepentingan ekonomi jangka pendek.

Batam Madani, Marwah Melayu Terus Dijunjung Tinggi

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan pelaku usaha, untuk kembali menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas bersama. “Jika alam rusak, kenyamanan hidup yang kita nikmati sehari-hari juga akan hilang. Pantun ini adalah cermin dan peringatan bagi kita semua,” tutup Khairul. (Ferdian)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×