Beranda / Seni dan Budaya / Pantun Melayu Menyuarakan Kepemimpinan Bijak Sepanjang Masa

Pantun Melayu Menyuarakan Kepemimpinan Bijak Sepanjang Masa

BATAM, KEPRI – Pantun berbunyi “Kain bercorak kebaya asli, bersulam dengan benang sutere. Pemimpin bijak jiwa pemberani, bersemayam kebanggaan sepanjang mase” kembali menggema dalam ruang kebudayaan Melayu sebagai pengingat akan nilai keindahan dan keteladanan. Pesan ini disampaikan oleh Khairul Bin A. Latif selaku Ketua DPP Komunitas Seni dan Cagar Budaya Melayu Kepulauan Riau dalam sebuah perbincangan budaya yang menekankan pentingnya menjaga warisan tradisi lisan.

Menurut Khairul, bait pertama menggambarkan keelokan kebaya asli yang disulam benang sutra sebagai lambang kemurnian budaya, ketelitian karya, serta kehalusan budi masyarakat Melayu. Keindahan tersebut bukan sekadar tampilan, tetapi mencerminkan proses panjang yang sarat makna, kesabaran, dan rasa hormat terhadap nilai leluhur yang diwariskan turun-temurun.

Sementara itu, bait kedua menegaskan gambaran pemimpin bijak yang memiliki keberanian jiwa serta menjadi sumber kebanggaan sepanjang masa. Ia menilai kepemimpinan sejati lahir dari keberanian mengambil tanggung jawab, keteguhan memegang amanah, dan ketulusan melayani masyarakat. Dalam perspektif budaya Melayu, pemimpin bukan hanya dihormati karena jabatan, tetapi dikenang karena akhlak dan pengabdian.

Khairul juga berpesan agar generasi muda tidak menjauh dari akar budayanya. Ia mengajak masyarakat untuk terus mempelajari pantun, sastra, dan nilai adat sebagai pedoman moral di tengah perubahan zaman. Baginya, kekuatan identitas Melayu terletak pada kemampuan menjaga tradisi sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan masa depan tanpa kehilangan jati diri. (Ferdian)

Prediksi Skor dan Susunan Pemain Liverpool vs Nottingham Forest Liga Inggris 2026/2027

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×