Beranda / Seni dan Budaya / Pantun Melayu Peringatkan Pentingnya Menjaga Warisan Budaya Bangsa

Pantun Melayu Peringatkan Pentingnya Menjaga Warisan Budaya Bangsa

Batam, KEPRI – Pantun berbunyi “Dare dusun ke dese hulu, berselendang dikepale sutere jingge. Pelihara panton budaye Melayu, hilang budaye rosaknye bangse” kembali menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga jati diri budaya. Pesan sarat makna ini disampaikan oleh Khairul Bin A. Latif selaku Ketua DPP Komunitas Seni dan Cagar Budaya Melayu Kepulauan Riau dalam sebuah pertemuan kebudayaan yang menyoroti peran tradisi lisan sebagai penuntun kehidupan sosial.

Menurut Khairul, bait pertama menggambarkan perjalanan dari dusun menuju desa hulu dengan selendang sutra jingga di kepala sebagai simbol kehormatan, keanggunan, dan identitas masyarakat Melayu yang dijunjung tinggi. Gambaran tersebut menegaskan bahwa budaya bukan sekadar hiasan, melainkan penanda martabat yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, bait kedua mengandung peringatan tegas bahwa budaya Melayu harus terus dipelihara. Jika budaya hilang, maka rusak pula sendi-sendi bangsa. Khairul menilai pesan ini relevan dengan kondisi masa kini ketika arus modernisasi kerap membuat generasi muda menjauh dari akar tradisinya. Ia menegaskan bahwa menjaga pantun, adat, dan nilai budi pekerti merupakan bagian dari menjaga keberlangsungan peradaban.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk aktif mempelajari dan menghidupkan kembali warisan budaya melalui pendidikan, kegiatan seni, serta ruang-ruang kebudayaan. Menurutnya, kekuatan bangsa terletak pada kemampuannya merawat identitas sendiri sambil tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. (Ferdian)

Aprizal Gani Serahkan SK Kepengurusan PAC GAMAT Batu Aji kepada Yanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×