Beranda / Edukasi / Kisah Farhan, Sopir Truk Lulus Teknik Geofisika ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kisah Farhan, Sopir Truk Lulus Teknik Geofisika ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kehidupan Farhan Elsano Chaniago: Dari Anak Supir Truk Hingga Valedictorian ITB

Farhan Elsano Chaniago adalah contoh nyata bahwa tekun belajar dan dedikasi dapat membawa seseorang meraih prestasi yang luar biasa, meski kondisi ekonomi keluarga terbatas. Baru-baru ini, ia lulus dari Program Studi Teknik Geofisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98. Tidak hanya itu, ia juga langsung meraih beasiswa untuk melanjutkan studi S2 di Korea Selatan.

Farhan tidak hanya lulus dengan predikat cum laude, tetapi juga terpilih sebagai valedictorian—gelar akademik yang diberikan kepada siswa berprestasi tertinggi dari suatu angkatan lulusan. Ia berkesempatan untuk berpidato dalam acara wisuda ITB sesi pertama bulan Agustus 2026.

Latar Belakang Keluarga yang Sederhana

Dalam pidatonya, Farhan mengungkapkan bahwa mimpi untuk kuliah di ITB awalnya terasa sangat jauh. Ia menceritakan perjalanan hidupnya, termasuk kisah ayahnya, Aguswandi, yang bekerja sebagai seorang driver truk. Ayah Farhan adalah sosok pendiam yang dalam diamnya memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan.

“Setiap hari ayah saya bekerja keras mencari nafkah, menembus terik matahari dan melewati perjalanan panjang hingga malam di balik kemudi,” ujar Farhan saat berpidato pada acara wisuda.

Ibu Farhan juga turut berdoa agar hidup putranya lebih baik dari hidupnya. “Lebih bahagia, jadilah sukses dunia akhirat dan diberi perlindungan oleh Allah,” kata Farhan menirukan doa ibunya.

10 Mitos Umum Minum Air yang Masih Dipercaya

Selain itu, nenek Farhan juga selalu mendoakan dirinya agar berhasil dan mampu mengangkat derajat orang tua.

Kesuksesan yang Menginspirasi

Farhan bukan hanya lulus dengan IPK tinggi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan studi S2 di Inha University, Korea Selatan. Ia diterima sebagai research student pada Juli 2026.

Santoso, dosen ITB, menyampaikan kisah Farhan melalui teks bahwa ayah mahasiswa berkacamata ini adalah supir truk yang mengangkut tabung gas CO2. Skripsi Farhan pun berkaitan erat dengan pekerjaan ayahnya, yaitu bagaimana menangkap dan menyimpan gas CO2 ke perut bumi.

Perjalanan Akademik yang Menakjubkan

Farhan memulai perjalanan akademiknya dengan tantangan yang cukup berat. Dulu, ia sempat bingung dengan notasi dx per dt. Namun, dengan kerja keras dan semangat yang tak pernah padam, ia berhasil meraih prestasi yang luar biasa.

Kisah Farhan menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi terbatas. Ia membuktikan bahwa latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian.

Cara mengurangi jejak karbon fast fashion sepanjang siklus produksi

Harapan untuk Masa Depan

Farhan tidak hanya ingin sukses secara akademik, tetapi juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan pendidikan yang ia raih, ia berharap bisa berkontribusi dalam bidang teknologi dan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan gas CO2.

Kisah Farhan Elsano Chaniago adalah cerita tentang ketekunan, semangat, dan dedikasi. Ia menjadi contoh bahwa dengan usaha dan kepercayaan diri, siapa pun bisa meraih kesuksesan, terlepas dari latar belakang apa pun.


KEK Batang dan Disdik Jateng Bangun Talent Berkompeten

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×