JAKARTA – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang berupaya memperkuat kesiapan kerja siswa dan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Kerja sama ini diwujudkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang bertujuan untuk memperkuat karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan SMK.
Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara KEK Industropolis Batang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang ditandatangani pada 19 Agustus 2025. Tujuan utamanya adalah membangun keterkaitan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan dunia pendidikan sangat penting untuk memastikan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten. Ia menekankan bahwa selain infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, KEK Industropolis Batang juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan ekosistem industri di kawasan tersebut.
“Karena itu, kami melihat SMK memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber talenta bagi kawasan. Melalui Program NGOPENI SMK, kami ingin memperkuat jembatan antara dunia pendidikan dan industri agar peserta didik dapat lebih mengenal kebutuhan dunia kerja sejak di bangku sekolah,” ujar Angga dalam pernyataannya, Sabtu (22/8/2026).
Kerja sama ini tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pengembangan karakter yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti disiplin, tanggung jawab, dan pemahaman terhadap budaya kerja. Peserta didik juga diharapkan memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menegaskan bahwa penyiapan lulusan SMK harus diarahkan agar mereka siap masuk ke dunia kerja. Selain meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan industri, program ini juga memperkuat karakter kerja, seperti integritas, disiplin, tanggung jawab, komunikasi, kerja sama, kepatuhan terhadap prosedur, kepedulian terhadap keselamatan, serta kemampuan beradaptasi dan terus belajar.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai kompetensi siswa SMK harus mengikuti perkembangan industri. Menurutnya, siswa juga perlu dibekali karakter dan kemampuan beradaptasi agar mampu menghadapi perubahan di dunia kerja.
Kerja sama ini mencakup beberapa poin penting, seperti penyelarasan materi pembekalan dan pelatihan, kunjungan ke pabrik dan industri, serta keterlibatan praktisi industri sebagai narasumber, instruktur, mentor, penguji, dan pemberi umpan balik. Selain itu, kerja sama dapat mencakup pelatihan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang, dan praktik kerja lapangan.
Selain itu, kerja sama ini juga membuka akses bagi siswa dan lulusan SMK terhadap informasi lowongan kerja, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, proses seleksi, hingga penempatan kerja melalui koordinasi dengan sekolah dan Bursa Kerja Khusus (BKK). Proses rekrutmen diarahkan berlangsung secara objektif, transparan, inklusif, nondiskriminatif, dan tanpa pungutan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang siap bekerja, memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, serta memiliki karakter yang kuat dan tangguh. Dengan adanya program ini, diharapkan ke depannya akan semakin banyak lulusan SMK yang mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di kawasan industri.



Komentar