Emil Dardak Terpilih sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur
Surabaya – Partai Demokrat telah menetapkan Emil Elestianto Dardak sebagai calon tunggal Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII yang digelar melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan suara dari para pemilik suara di tingkat daerah.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa Emil menjadi satu-satunya kandidat yang diusung oleh para pemilik suara dalam Musdalub. Menurutnya, proses pemilihan tersebut tetap memberikan ruang demokrasi bagi kader di tingkat daerah.
“Musda ini calonnya calon tunggal. Hanya ada Mas Emil yang diusung oleh para pemilik suara,” ujarnya saat menghadiri Musdalub Demokrat Jatim, Sabtu (29/8).
Para pemilik suara dalam Musda tersebut terdiri atas para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat serta gabungan organisasi sosial politik (orsospol). Herman menegaskan bahwa DPP Partai Demokrat tidak menggunakan diskresi Ketua Umum untuk menentukan calon Ketua DPD Demokrat Jatim.
“Sampai hari ini pelaksanaan Musda VII, kami tidak menggunakan diskresinya Ketua Umum. Kami memberikan ruang yang cukup lebar untuk berdemokrasi di tingkat daerah,” jelasnya.
Proses Musda yang hanya memiliki satu kandidat membuat jalannya lebih cepat. Setelah kepemimpinan DPD ditetapkan, Demokrat Jatim diharapkan segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.
Herman berharap Musda tidak hanya menjadi agenda administratif atau seremoni untuk memilih ketua. Ia menilai Musda harus menjadi momentum untuk bangkit kembali.
“Ini ada tiga instrumen yang menjadi penyemangat dan kekuatan kami untuk bisa menata. Kami tidak ingin Musda hanya dijadikan momentum administrasi, momentum seremonial, dan hanya fokus untuk memilih seseorang, tetapi justru kita ingin ini dijadikan momentum untuk bangkit kembali,” jelasnya.
Peran Strategis Jawa Timur bagi Partai Demokrat
Jawa Timur memiliki posisi strategis bagi Partai Demokrat karena menjadi salah satu basis suara terbesar. Provinsi ini juga disebut sebagai provinsi dengan pemilik suara terbesar kedua bagi Demokrat setelah Jawa Barat.
Herman mengingatkan bahwa Demokrat pernah mengirim 27 kader ke DPR RI dan meraih 22 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. Ia menilai prestasi tersebut sangat bergantung pada konsolidasi organisasi.
“Kami banggakan juga atas prestasi yang diraih oleh Ibu Khofifah dan Mas Emil,” pungkasnya.
Konsolidasi organisasi tidak berhenti pada tingkat DPD, tetapi akan dilanjutkan melalui musyawarah cabang di tingkat kabupaten/kota. Herman menegaskan bahwa prioritas Demokrat saat ini adalah mengawal pemerintahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak agar mampu menjalankan program-program pembangunan.
“Bagi kami yang terpenting adalah kesuksesan yang bisa diraih oleh pasangan Bu Khofifah dan Mas Emil ke depan. Ini dari awal menjadi komitmen kami agar kami bisa turut mengawal dan sukses,” tuturnya.
Kinerja Pembangunan Jawa Timur yang Positif
Herman menilai sejumlah indikator menunjukkan Jawa Timur memiliki kinerja pembangunan yang positif. Pertumbuhan ekonomi yang baik, peningkatan kesejahteraan, penurunan kesenjangan, serta peningkatan tingkat pendidikan menjadi beberapa aspek yang mencerminkan kemajuan Jawa Timur.
“Jawa Timur termasuk yang pertumbuhan ekonominya sangat baik, kesejahteraannya meningkat, kesenjangannya menurun, tingkat pendidikan juga semakin baik,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan pemerintah daerah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Jawa Timur. Capaian tersebut menjadi prestasi yang patut diapresiasi dan akan terus didukung oleh Partai Demokrat.



Komentar