Beranda / Berita Utama / Wamen ESDM Pantau Progres PLTA Batang Toru, 90 Persen Selesai, Target COD Akhir Tahun Ini

Wamen ESDM Pantau Progres PLTA Batang Toru, 90 Persen Selesai, Target COD Akhir Tahun Ini

Proyek PLTA Batang Toru Dipercepat untuk Memperkuat Sistem Kelistrikan Sumatera



Pemerintah terus mempercepat penyelesaian Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, yang menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan di Sumatera. Hal ini dilakukan melalui berbagai upaya dan koordinasi lintas sektor.

Kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, ke lokasi proyek yang dikelola oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) bersama PT PLN (Persero) Group, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung proyek strategis tersebut. Dalam kunjungan tersebut, ia melakukan peninjauan langsung ke area bendungan (DAM) dan tower recovery untuk melihat progres konstruksi serta langkah-langkah percepatan yang sedang dilakukan.

Yuliot Tanjung menekankan bahwa percepatan penyelesaian proyek sangat penting mengingat keterbatasan ketersediaan energi primer lainnya. Ia menyatakan bahwa PLTA Batang Toru akan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan Sumatera saat mulai beroperasi. “Dengan adanya keterbatasan energi primer lain, PLTA Batang Toru yang segera on grid akan menjadi bagian penting dalam penguatan sistem kelistrikan Sumatera,” ujarnya.

Selain itu, Yuliot juga menyampaikan beberapa tantangan yang masih dihadapi, khususnya pada aspek regulasi, transmisi, serta dampak bencana hidrologi yang terjadi pada November 2025 lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan robohnya lima tower transmisi, sehingga membutuhkan percepatan pembangunan kembali infrastruktur serta koordinasi lintas sektor.

“Penyelesaian tidak hanya pada sisi pembangkit, tetapi juga mencakup transmisi, regulasi, dan penanganan dampak sosial. Karena itu, diperlukan langkah terpadu dan koordinasi lintas kementerian serta dukungan pemerintah daerah,” jelasnya.

Liverpool sepakati transfer Barcola dari PSG senilai Rp2,5 triliun, pecahkan rekor Ligue 1

Yuliot menambahkan bahwa percepatan dilakukan melalui pendekatan paralel antara penyelesaian administratif dan pekerjaan teknis di lapangan, termasuk proses testing pembangkit yang membutuhkan kesiapan penggenangan waduk. Ia juga menekankan pentingnya akselerasi untuk mendukung pencapaian target bauran energi nasional tahun 2026.

Tantangan dan Upaya Percepatan

Dari sisi pelaksana proyek, Direktur Management Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN (Persero), Suroso Isnandar, menyampaikan bahwa progres pembangunan PLTA Batang Toru menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, progres proyek telah mencapai 89,49% dengan kapasitas terpasang sebesar 510 MW (4 unit x 127,5 MW).

“Progres proyek saat ini termasuk cepat. Tantangan utama berada pada aspek regulasi dan perundangan. Namun demikian, proses penggenangan waduk berjalan terkendali,” jelas Suroso.

Ia menambahkan bahwa dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, target Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2026 optimistis dapat tercapai, sekaligus memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Sumatera.

President Director NSHE, Li Xinlu, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam mendorong percepatan proyek, khususnya dalam penyelesaian berbagai aspek perizinan dan koordinasi lintas kementerian.

Aturan Baru BGN: Tiga Pemimpin SPPG Tak Hadir, Dapur MBG Dilarang Masak

“NSHE mengucapkan penghargaan kepada Kementerian ESDM atas dukungan dalam percepatan penyelesaian ROW transmisi serta koordinasi lintas kementerian dalam percepatan perizinan,” ungkap Li Xinlu.

General Manager PLN UIP SBU, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara PLN, pemerintah, dan pengembang proyek.

“Kunjungan Wakil Menteri ESDM merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah dalam memastikan proyek strategis ini berjalan sesuai target. PLN UIP SBU berkomitmen untuk terus mengawal percepatan, khususnya pada penyelesaian infrastruktur transmisi dan koordinasi lintas stakeholder,” ujar Rizki.

Rizki menegaskan bahwa keberhasilan PLTA Batang Toru tidak hanya akan menambah kapasitas pembangkit, tetapi juga memperkuat sistem interkoneksi Sumatera secara keseluruhan.

2.700 Dapur MBG Siap Beroperasi, Papua dan Maluku Jadi Prioritas Utama

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×