Pencarian dan Evakuasi Korban Kapal Tenggelam di Kepulauan Selayar
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, mengimbau BPBD Pangkep serta para nelayan untuk berpartisipasi dalam operasi pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya KLM Nurul Salsa di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Operasi yang dilakukan pada hari keenam, Senin (20/7/2026) kemarin, difokuskan di wilayah Kepulauan Sabalana, Kabupaten Pangkep, dan Laut Flores. Hal ini dilakukan berdasarkan temuan korban sebelumnya serta keterangan para penyintas mengenai arah hanyut penumpang setelah kapal tenggelam.
Yusran sempat melakukan video call dengan warga pulau dan tim dari BPBD Pangkep serta TNI AL terkait dengan operasi pencarian dan evakuasi korban. Dalam percakapan tersebut, ia bertanya tentang jumlah korban yang telah dievakuasi.
“Sudah ada berapa korban dievakuasi?” tanya Yusran kepada anggota TNI AL.
“Masih 7 orang,” jawab anggota TNI AL.
Selanjutnya, Bupati menanyakan tentang penanganan medis para korban.
“Mereka dibawa ke mana?” tanya Yusran.
Anggota TNI AL menjawab, “Dibawa ke KRI untuk dirawat.”
Pemerintah Kabupaten Pangkep, sesuai arahan bupati, akan menalangi sebagian biaya operasi pencarian dan evakuasi di daerahnya. Hingga Senin kemarin, sebanyak 59 penumpang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 18 penumpang lainnya masih dicari.
Dua korban selamat, Asmal (24) dan Nurmiati (46), ditemukan terdampar di Pangkep setelah mengapung selama 4 hari di lautan menggunakan styrofoam. Mereka berhasil bertahan hidup meskipun dalam kondisi lemah dan butuh perawatan medis.
KLM Nurul Salsa tenggelam pada Rabu, 15 Juli 2026 antara pukul 09.30 Wita hingga 10.00 Wita, di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kepulauan Selayar, saat berlayar dari Pulau Jampea ke Pelabuhan Benteng di ibu kota kabupaten. Kapal tersebut tenggelam setelah berlayar sekitar 5 jam dan mesin tiba-tiba mati.
Kapal yang diprakirakan mengangkut antara 74 hingga 78 orang, termasuk awak kapal, sempat terombang-ambing diterjang angin dan gelombang tinggi sebelum akhirnya tenggelam. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Upaya Pencarian dan Evakuasi yang Terus Berlangsung
Operasi pencarian dan evakuasi korban tenggelam KLM Nurul Salsa terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak seperti BPBD, TNI AL, dan nelayan lokal. Tim pencari bekerja sama untuk memastikan semua korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan aman. Proses ini tidak hanya melibatkan tenaga, tetapi juga sumber daya yang cukup besar.
Berikut adalah beberapa upaya yang dilakukan dalam operasi pencarian:
- Tim pencari melakukan penyisiran di area laut yang diduga menjadi jalur hanyut para penumpang.
- Nelayan membantu mencari korban dengan menggunakan perahu mereka.
- Anggota TNI AL memastikan koordinasi antar tim dan memberikan bantuan logistik.
Kondisi Korban yang Masih Dicari
Saat ini, sebanyak 18 penumpang masih hilang dan belum ditemukan. Mereka diduga hanyut ke arah yang tidak diketahui. Tim pencari terus berusaha mencari tahu arah hanyut mereka berdasarkan informasi dari para penyintas dan pengamatan di lapangan.
Proses pencarian ini sangat rumit karena kondisi laut yang tidak stabil dan cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, tim tetap berkomitmen untuk tidak berhenti hingga semua korban ditemukan.
Peran Pemkab Pangkep
Pemerintah Kabupaten Pangkep, sesuai instruksi Bupati, akan memberikan dukungan finansial untuk operasi pencarian dan evakuasi. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan memastikan bahwa semua korban dapat ditemukan dengan cepat.
Selain itu, Pemkab juga akan memberikan bantuan medis bagi para korban yang sudah dievakuasi. Hal ini dilakukan agar para korban dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.



Komentar