Perubahan yang Memicu Protes dari Alumni SMPN 4 Kota Serang
Pemkot Serang kembali menjadi perhatian publik setelah mengumumkan rencana untuk merelokasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kota Serang. Rencana tersebut menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, terutama dari para alumni yang merasa kebijakan ini tidak memiliki dasar yang kuat dan mengabaikan nilai-nilai historis serta emosional yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Dikro Angga Sumarna, salah satu alumni angkatan tahun 2000, menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap langkah yang diambil oleh Pemkot Serang. Ia menilai bahwa sekolah yang telah berdiri selama 60 tahun bukan hanya sebagai institusi pendidikan formal, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam bagi banyak orang.
“Bayangkan berapa banyak alumninya, seberapa dalam memori orang-orang terhadap tempat itu. Bayangin, mungkin di sana itu banyak core memori manusia terjadi. Pertama kali jatuh cinta, kenakalan anak muda, kegagalan, kesuksesan. Ini bukan lagi sekadar cuma sekolah. Ini memori awal kami mengenal banyak hal,” ujarnya pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Nilai Historis yang Tidak Boleh Diabaikan
SMPN 4 Kota Serang memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan hidup banyak individu. Selama puluhan tahun, sekolah ini menjadi tempat berlangsungnya berbagai momen penting dalam kehidupan siswa-siswinya. Mulai dari pertama kali masuk sekolah, proses belajar-mengajar, hingga momen kelulusan, semua itu menjadi bagian dari ingatan yang tak terlupakan.
Para alumni merasa bahwa kebijakan pemerintah ini tidak mempertimbangkan aspek-aspek tersebut. Mereka khawatir bahwa dengan adanya relokasi, nilai-nilai sejarah dan ikatan emosional yang telah terbangun selama ini akan hilang begitu saja.
Tanggapan dari Komunitas Alumni
Komunitas alumni SMPN 4 Kota Serang mulai berkumpul untuk menyampaikan pandangan mereka secara bersama-sama. Mereka menekankan bahwa sekolah ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga merupakan pusat kehidupan sosial dan akademik yang sangat berharga.
- Beberapa alumni menyatakan bahwa mereka ingin sekali melihat sekolah ini tetap berada di lokasi asalnya.
- Banyak dari mereka merasa bahwa relokasi dapat mengganggu proses pembelajaran dan hubungan antara siswa dan guru.
- Ada juga yang mengkhawatirkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar jika sekolah dipindahkan ke lokasi baru.
Kebijakan yang Harus Diperhitungkan
Pemkot Serang perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan akhir. Selain faktor teknis dan administratif, kebijakan ini juga harus memperhatikan aspek sosial dan psikologis masyarakat sekitar. Terlebih lagi, SMPN 4 Kota Serang telah menjadi bagian dari sejarah lokal yang tidak bisa dilihat dari segi fisik semata.
Dengan mempertimbangkan semua aspek tersebut, diharapkan pihak berwenang dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan memperhatikan kepentingan seluruh pihak yang terkait.



Komentar