Beranda / Berita Utama / Lanal Lampung Siap Terima Kapal Induk TNI AL Pertama, Kru Tiba di Italia

Lanal Lampung Siap Terima Kapal Induk TNI AL Pertama, Kru Tiba di Italia



JAKARTA – Langkah TNI Angkatan Laut untuk memiliki kapal induk pertama dalam sejarah Indonesia semakin mendekati kenyataan. Saat ini, Pangkalan TNI AL (Lanal) Lampung sedang dipersiapkan secara intensif sebagai lokasi berlabuh dan bersandar bagi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan datang dari Italia.

Kadispenal TNI AL, Laksma TNI Tunggul, menyampaikan bahwa seluruh fasilitas penunjang di Lampung sedang dipercepat agar selesai sebelum kapal induk raksasa tersebut tiba di tanah air. Ia juga menjelaskan perbedaan teknis terkait fasilitas yang sedang dibangun.

”Lampung merupakan salah satu pangkalan yang disiapkan untuk mengakomodir tempat labuh maupun bersandar dari Garibaldi. Kalau labuh itu berarti berlabuh menggunakan jangkar, sehingga tidak membutuhkan dermaga. Namun, kalau sandar berarti kapal harus bersandar di dermaga,” jelas Laksma TNI Tunggul kepada awak media.

Pembangunan infrastruktur vital pendukung operasional kapal ini telah dimulai. Laksma Tunggul berharap seluruh proses ini berjalan sesuai rencana dan sejalan dengan persiapan unit kapal di Eropa.

”Ini terus berjalan, terus berjalan. Harapannya sebelum Garibaldi sampai di Indonesia, semua fasilitas sudah siap,” tambahnya.

Liverpool sepakati transfer Barcola dari PSG senilai Rp2,5 triliun, pecahkan rekor Ligue 1

Pelaut TNI AL Mulai Latihan Bersama di Italia

Selain fokus pada infrastruktur domestik, TNI AL juga bergerak cepat dengan mengirimkan sekitar 100 pelaut terbaiknya langsung ke Italia. Tujuannya adalah memastikan proses adaptasi dan penguasaan teknologi kapal induk berjalan lancar sebelum kapal tersebut dipindahkan ke Indonesia.

”Kru dari Garibaldi sudah berada di Italia untuk melaksanakan serangkaian latihan sebelum proses penyeberangan dilakukan,” ungkap Tunggul.

Nantinya, para prajurit Indonesia tidak akan membawa kapal tersebut sendirian, melainkan melalui skema joint crew bersama militer Italia hingga kapal bersandar di tanah air untuk proses serah terima total.

”Joint crew terdiri dari sebagian personel TNI Angkatan Laut dan sebagian dari Angkatan Laut Italia. Setelah kapal tiba di Indonesia, proses serah terima akan terus dilakukan hingga 100 persen pengawakan sepenuhnya dilakukan oleh prajurit TNI Angkatan Laut,” jelas Kadispenal secara rinci.

Pemilihan Nama Kapal Induk

Mengenai identitas baru kapal induk, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua nama besar yang akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Aturan Baru BGN: Tiga Pemimpin SPPG Tak Hadir, Dapur MBG Dilarang Masak

”Nama kapal belum ditentukan. Kami menunggu usulan dari Bapak Presiden atau Menteri Pertahanan. Salah satu usulan namanya adalah Gadjah Mada dan Panglima Soedirman,” ujar Laksamana TNI Muhammad Ali saat ditemui di Jakarta.

KSAL menambahkan bahwa urusan teknis perbaikan serta anggaran sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian Pertahanan (Kemhan), sementara fokus utama TNI AL saat ini adalah kesiapan personel.

”Itu Kementerian Pertahanan yang lebih paham masalah anggaran maupun biayanya. Yang penting kami siap mengawaki,” tegas orang nomor satu di TNI AL tersebut.

Di sisi lain, Kemhan memastikan bahwa proses administrasi dan persiapan pengiriman dari Italia terus berjalan sesuai rencana. Kapal induk pertama ini ditargetkan mampu memperkuat poros maritim Indonesia pada tahun ini juga.

”Kapal Garibaldi masih dalam proses, sedang berjalan dan sudah dalam tahapan persiapan pengiriman ke Indonesia,” konfirmasi Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.

2.700 Dapur MBG Siap Beroperasi, Papua dan Maluku Jadi Prioritas Utama

Meski demikian, Kemhan tidak menampik adanya tantangan logistik global, terutama ketegangan situasi keamanan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rute pelayaran kapal.

”Dengan kondisi Selat Hormuz yang sedang berkembang, serta konflik di sana, mungkin ada keterbatasan distribusi, waktu pengiriman dan sebagainya,” pungkas Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. Meski begitu, ia tetap optimistis TNI AL mampu mengawaki alutsista baru ini dengan maksimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×