Kembali Digelar, Huma Betang Night Jadi Agenda Rutin dengan Pendekatan Efisien
Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menggelar acara Car Free Night yang diberi nama Huma Betang Night setelah sebelumnya diadakan pada Agustus 2025. Acara ini kembali dilaksanakan dengan fokus pada efisiensi anggaran tanpa mengurangi kemeriahan dan keseruan yang ditawarkan.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana menjelaskan bahwa biaya pelaksanaan kegiatan kali ini jauh lebih rendah dibandingkan kegiatan serupa di daerah lain. Bahkan, anggaran yang digunakan tidak sampai mencapai Rp 50 juta.
“Ya, satu kali kegiatan Huma Betang Night ini kalau di tempat lain mungkin bisa ratusan juta, tapi kalau kita bisa dibawah Rp50 juta sudah bisa jalan. Sangat efisien dibanding kegiatan di tempat lain,” ujar Rangga saat berbicara di sela-sela acara, Jumat (1/5/2026) malam.
Strategi Efisiensi dalam Penyelenggaraan
Salah satu strategi utama yang digunakan untuk memastikan efisiensi adalah dengan melibatkan talenta lokal dalam penyelenggaraan acara. Hal ini tidak hanya memberikan ruang bagi para seniman dan pengusaha lokal untuk berkarya, tetapi juga membantu memangkas biaya operasional.
“Kita utamakan talenta lokal agar mereka punya ruang untuk berkreasi, tapi juga untuk meminimalkan anggaran,” tambahnya.
Selain itu, kondisi cuaca juga menjadi pertimbangan penting dalam penyelenggaraan Huma Betang Night. Karena seluruh acara digelar di luar ruangan, pihak penyelenggara menunggu hingga memasuki musim kemarau agar acara dapat berjalan lancar.
“Kegiatan ini outdoor, jadi kita menunggu kondisi cuaca yang memungkinkan. Sekarang sudah masuk musim panas, sehingga lebih mendukung,” ujarnya.
Menghidupkan Ruang Publik dan Mendorong Ekonomi Lokal
Huma Betang Night juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghidupkan ruang publik serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
UMKM yang terlibat dalam acara ini tidak dipilih secara sembarangan, melainkan melalui proses kurasi yang ketat. Tujuannya adalah untuk memastikan kualitas produk yang ditampilkan.
“Produk yang ditampilkan harus berkualitas, baik dari sisi produksi, harga, maupun nilai jualnya. Jadi tidak semua bisa langsung ikut,” jelas Rangga.
Meski acara ini terbuka untuk umum dan gratis, pelaku UMKM tetap harus mendaftar melalui Dinas Koperasi dan UKM. Proses pendaftaran ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya UMKM yang memenuhi syarat yang dapat bergabung dalam acara tersebut.
Peluncuran Program dan Evaluasi Berkelanjutan
Selain menyajikan hiburan, Huma Betang Night juga dirangkaikan dengan peluncuran sejumlah program baru, termasuk kalender event yang berkaitan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kalimantan Tengah.
Acara ini direncanakan menjadi agenda rutin di masa depan, meskipun pelaksanaannya akan terus dievaluasi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan ini tetap berjalan dengan baik dan sesuai dengan prinsip efisiensi.
“Setelah pelaksanaan ini akan kita evaluasi lagi, intinya kegiatan ini bisa berjalan lancar dulu, dan asas efisiensi itu diutamakan,” pungkas Rangga.
Kesimpulan
Dengan pendekatan yang terarah dan komitmen terhadap efisiensi, Huma Betang Night telah menunjukkan bahwa kegiatan yang meriah dan bermanfaat bagi masyarakat dapat diselenggarakan dengan biaya yang relatif rendah. Acara ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengaktifkan ruang publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendukung perekonomian lokal.



Komentar