Beranda / Berita Utama / Kemenhub Pantau Posko Angkutan Lebaran di Stasiun Yogyakarta

Kemenhub Pantau Posko Angkutan Lebaran di Stasiun Yogyakarta

Peninjauan Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Yogyakarta

Kementerian Perhubungan melalui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA), Arif Anwar, melakukan peninjauan Posko Angkutan Lebaran hari ke-10 di Stasiun Yogyakarta pada Minggu (22/3). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan operasional angkutan kereta api selama periode Lebaran 2026 berjalan aman, lancar, dan terkendali.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pengawasan langsung pemerintah terhadap layanan transportasi publik, khususnya di masa puncak mobilitas masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi terhadap kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia di wilayah Daop 6 Yogyakarta.

Dalam kunjungannya, Arif Anwar didampingi Executive Vice President Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, bersama jajaran manajemen. Mereka meninjau sejumlah fasilitas utama, mulai dari ruang tunggu penumpang, pos kesehatan, area boarding, hingga pengaturan alur penumpang kereta jarak jauh dan KRL.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan fasilitas dalam kondisi optimal, bersih, serta mampu menunjang kenyamanan pelanggan. Pengaturan arus penumpang juga menjadi perhatian penting, mengingat tingginya volume pengguna jasa kereta api selama masa Angkutan Lebaran.

Arif Anwar menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran KAI Daop 6 yang dinilai konsisten menjaga kualitas layanan dan keselamatan.

Liverpool sepakati transfer Barcola dari PSG senilai Rp2,5 triliun, pecahkan rekor Ligue 1

“Kami mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran Daop 6 dalam menjaga kualitas pelayanan dan keselamtan selama masa Angkutan Lebaran. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Kami juga menekankan agar aspek keselamatan senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas, karena keselamatan adalah hal yang tidak dapat ditawar,” ujar Arif Anwar.

Sementara itu, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

“KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus kerja cerdas dan menghadirkan berbagai inovasi, serta bersinergi dengan seluruh stakeholders terkait sehingga tal hanya untuk menyukseskan pelaksanaan Angkutan Lebaran tahun ini tapi juga pelayanan KAI Daop 6 kedepannya. Kami yakin dengam tim kinerja yang solid dari seluruh lini menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api,” ujar Feni.

Melalui peninjauan ini, diharapkan koordinasi antara regulator dan operator semakin kuat dalam mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Dengan sinergi yang terjalin, masyarakat diharapkan dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan saat merayakan Lebaran bersama keluarga.

Fasilitas yang Dinilai Optimal

Selama peninjauan, beberapa fasilitas utama di Stasiun Yogyakarta menjadi fokus perhatian para pejabat. Berikut beberapa fasilitas yang diperiksa:

Aturan Baru BGN: Tiga Pemimpin SPPG Tak Hadir, Dapur MBG Dilarang Masak

  • Ruang tunggu penumpang: Menyediakan tempat yang nyaman bagi penumpang yang menunggu keberangkatan kereta.
  • Pos kesehatan: Dilengkapi dengan perlengkapan medis dan tenaga kesehatan untuk menangani keadaan darurat.
  • Area boarding: Diatur sedemikian rupa agar penggunaan jalur boarding berjalan lancar dan aman.
  • Pengaturan alur penumpang: Memastikan adanya jalur yang jelas dan mudah diakses oleh semua penumpang.

Tindakan yang Dilakukan untuk Peningkatan Layanan

Untuk meningkatkan kualitas layanan, KAI Daop 6 Yogyakarta terus berupaya melakukan berbagai inovasi. Beberapa tindakan yang dilakukan antara lain:

  • Peningkatan kualitas fasilitas umum seperti toilet, tempat duduk, dan area parkir.
  • Pelatihan rutin bagi staf untuk meningkatkan keterampilan dalam melayani penumpang.
  • Penggunaan teknologi untuk mempercepat proses pemesanan tiket dan pengambilan barang.

Kesimpulan

Dengan peninjauan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap pengoperasian angkutan kereta api selama musim Lebaran. Semua pihak terkait bekerja sama untuk memastikan bahwa layanan transportasi tetap aman, nyaman, dan efisien. Dengan begitu, masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lancar dan tanpa gangguan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×