Beranda / Breaking News / Gempa 7,7 SR Guncang NTT, BNPB Kirim Helikopter ke Lokasi Terdampak

Gempa 7,7 SR Guncang NTT, BNPB Kirim Helikopter ke Lokasi Terdampak

Penanganan Bencana Gempa Bumi di NTT

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengambil langkah-langkah penting dalam menangani dampak gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satu tindakan yang dilakukan adalah pengiriman 1 unit helikopter ke lokasi yang terdampak. Helikopter tersebut dikerahkan untuk membantu proses penanggulangan bencana, khususnya dalam hal mobilisasi logistik dan pendukung operasional darurat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa perintah pengerahan helikopter ini berasal dari kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Menurutnya, helikopter sangat dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi jika diperlukan.

”Dan mendukung kebutuhan operasional penanganan darurat, termasuk kemungkinan evakuasi apabila diperlukan,” ujar Berton pada Rabu (15/8).

Peran Helikopter dalam Penanganan Bencana

Dukungan udara seperti helikopter menjadi sangat penting karena karakteristik wilayah NTT yang terdiri atas pulau-pulau dan memiliki tantangan akses antardaerah. Selain itu, atensi juga sudah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Berton menyebut, kedua pejabat tinggi negara tersebut segera bergerak ke wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, NTT, hari ini. Berdasarkan data yang ada, gempa bumi terjadi pada pukul 04.58 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

201 Botol Kaca dan 7 Jeriken Bensin Disita, Polisi Gagalkan Rencana Bom Molotov Sebelum Demo di DPR

”Gempa sempat berpotensi tsunami dan dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Langkah Percepatan dalam Penanggulangan Dampak Gempa

Untuk mempercepat penanggulangan dampak gempa bumi tersebut, BNPB langsung mengerahkan tim penanganan darurat untuk mendukung pemerintah daerah dalam melakukan kaji cepat, penanganan korban, pendataan dampak, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

”Dukungan logistik dan peralatan juga disiapkan untuk memperkuat penanganan di lapangan,” jelas Berton.

Evakuasi Korban oleh Tim SAR Gabungan

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman menyampaikan bahwa Tim SAR Gabungan telah dikerahkan untuk mengevakuasi para korban di lokasi terdampak bencana.

”Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka roboh dan menimpa 1 orang korban atas Meliana Nenong Perempuan Berusia 54 Tahun dengan kondisi meninggal dunia,” terang dia.

Gempa 5.0 Mengguncang Nangahale, Warga Panik Lari ke Gunung

Selain Meliana, dua korban lain ditemukan dalam keadaan luka-luka. Mereka langsung dibawa ke RSUD T.C Hillers Maumere. Fathur memastikan, Tim SAR Gabungan terus bergerak ke lokasi terdampak. Belum diketahui pasti jumlah korban luka maupun meninggal dunia secara keseluruhan.

”Untuk saat ini pendataan seluruh korban masih dikoordinasikan dengan BPBD setempat,” imbuhnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×