Dukungan Orang Tua untuk Pendidikan Anak di SMAK Syuradikara Ende
Dukungan yang kuat dari orang tua terhadap pilihan anak-anak mereka untuk bersekolah di SMAK Syuradikara Ende terlihat jelas pada pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027. Salah satu contohnya adalah Vincent Wanggo, seorang orang tua murid baru yang juga merupakan alumni angkatan ke-43 dari sekolah tersebut.
Vincent mengungkapkan bahwa keputusan anaknya untuk masuk ke SMAK Syuradikara bukanlah hasil dari tekanan atau paksaan orang tua, melainkan kemauan pribadi dari anak tersebut. Ia menegaskan bahwa ia dan keluarganya tidak ragu dengan kualitas pendidikan yang diberikan oleh almamater tersebut.
“Anak saya memilih sekolah di sini bukan karena kami paksakan, tetapi karena kemauan sendiri. Kami percaya bahwa SMAK Syuradikara mampu membentuk anak-anak kami menjadi lebih baik,” ujar Vincent usai mengikuti misa Pembukaan dan Penerimaan Murid Baru Angkatan ke-73 pada Senin (13/7/2026).
Ia berharap putra-putrinya dapat segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menjalani proses belajar secara optimal selama tiga tahun ke depan.
Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027
Sementara itu, seluruh civitas akademika SMAK Syuradikara memulai Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Misa Pembukaan dan Penerimaan Murid Baru Angkatan ke-73 pada Senin (13/7/2026). Misa berlangsung di Kapela Santo Mikael Syuradikara dan dipimpin oleh Provinsial SVD Ende, Pater Eman Embu, SVD.
Dalam homilinya, Pater Eman Embu menekankan pentingnya nilai-nilai moral sebagai dasar kehidupan warga sekolah. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk mampu membedakan antara hal yang baik dan buruk, serta memiliki keberanian dalam menolak perundungan maupun kekerasan.
“Anak-anak, terutama kita semua, membutuhkan keberanian untuk menolak perundungan atau kekerasan,” tegas Pater Eman Embu.
Pater Eman Embu juga menyampaikan pesan Injil tentang penabur yang menaburkan benih. Menurutnya, benih tersebut merepresentasikan Sabda Allah yang harus diterima dan dipelihara dengan baik.
Nilai-Nilai Moral dalam Pendidikan
Pater Eman Embu menjelaskan bahwa sekolah merupakan tempat di mana benih-benih Sabda Allah ditaburkan. Karena itu, sekolah harus menjadi ruang untuk mendengarkan firman Tuhan, membaca dan merenungkan Kitab Suci, serta menemukan kehadiran Tuhan melalui sesama, para pendidik, dan alam sekitar.
Dalam kesempatan itu, Pater Eman Embu menyampaikan tiga pesan utama bagi seluruh warga sekolah:
- Pertama, pentingnya keberanian untuk hidup jujur, baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. “Banyak praktik korupsi terjadi hari ini karena orang tidak jujur,” kata Pater Eman Embu.
- Kedua, pentingnya memahami nilai moral sehingga mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Pater Eman Embu kembali mengingatkan agar setiap warga sekolah berani menolak perundungan serta membela mereka yang lemah dan terpinggirkan. “Dibutuhkan juga keberanian untuk membela orang yang marginal karena sekolah adalah tempat pembentukan iman dan karakter,” ujar Pater Eman Embu.
- Ketiga, Pater Eman Embu mengingatkan agar Tuhan menjadi prioritas utama dalam kehidupan. “Kita harus tahu mengasihi orang tua yang bekerja keras untuk kita. Tetapi yang pertama adalah mengasihi Tuhan. Tuhan harus menjadi prioritas,” ungkap Pater Eman Embu.
Di akhir homili, Pater Eman Embu mengajak seluruh warga sekolah untuk berefleksi dengan mengajukan tiga pertanyaan penting. “Apa yang menjadi prioritas atau pusat ziarah kita selama ini? Apa yang sesungguhnya kita cari di balik semua yang kita lakukan?” tutup Pater Eman Embu.
Foto-Foto Misa Pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027
Berikut foto-foto yang diabadikan oleh panitia Misa Pembukaan dan Penerimaan Murid Baru Angkatan ke-73 pada Senin (13/7/2026).








Komentar