Produk Olahan Buah Merah dari UMKM Sadaka Tampil di TIFA 2026
Dalam acara Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026 yang diselenggarakan di halaman Gedung Eme Neme Yauware, Jalan Budi Utomo, Kabupaten Mimika, berbagai produk unggulan dari kabupaten di Papua Tengah dipamerkan. Salah satu yang menarik perhatian adalah stan UMKM Sadaka asal Kabupaten Deiyai. Mereka memperkenalkan beragam olahan buah merah, mulai dari minyak buah merah, saus buah merah hingga keripik sayuran yang dicampur dengan sari buah merah.
Warisan Budaya yang Dijadikan Produk Ekonomi
Pemilik UMKM Sadaka, Pebur Mote, menjelaskan bahwa buah merah merupakan warisan leluhur masyarakat Papua yang telah dikonsumsi secara turun-temurun. Ia mengatakan, buah merah dipercaya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Buah merah ini adalah warisan leluhur. Dari dulu orang tua kami mengonsumsinya secara tradisional dan mereka merasakan manfaatnya. Mereka tetap sehat, kuat, dan tidak mengalami banyak penyakit,” ujarnya.
Menurut Pebur, di Kampung Temago, Kabupaten Deiyai, terdapat lebih dari 3.000 pohon buah merah yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Banyak buah akhirnya membusuk karena sulit dipasarkan. Oleh karena itu, ia berinisiatif untuk mengolah buah merah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Inovasi Produk Pangan Berbasis Lokal
Selain minyak buah merah, UMKM Sadaka juga mengembangkan berbagai inovasi pangan seperti saus buah merah dan keripik berbahan daun bayam, daun ubi, serta sayuran lokal yang dicampur sari buah merah. Produk-produk tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
Pebur mengaku telah memproduksi minyak buah merah sejak tahun 2004 dan saat ini sedang melakukan penelitian lebih lanjut terkait kandungan serta manfaatnya. Harga minyak buah merah Sadaka ukuran 250 ml adalah Rp 350 ribu, keripik ugubo seharga Rp 20 ribu, dan saus buah merah seharga Rp 50 ribu. Produk ini telah dipasarkan hingga ke Bandung.
Peran Pemerintah dalam Pengembangan Industri
Pebur menegaskan bahwa minyak buah merah bukan untuk menggantikan pengobatan medis, tetapi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk ibu hamil, ia tetap menyarankan agar penggunaannya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
“Penelitian masih terus berjalan. Kami juga sedang mengurus legalitas produk dan berharap ke depan bisa berdiri industri buah merah di Kabupaten Deiyai,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa dukungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, termasuk Bupati, menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
Harapan Masa Depan
Menurut Pebur, pembangunan industri buah merah nantinya tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memberdayakan masyarakat kampung dengan membeli hasil panen mereka yang selama ini belum memiliki nilai jual.
“Harapan kami, buah merah tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi produk unggulan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” tuturnya.
UMKM Sadaka saat ini mempekerjakan enam karyawan dan terus berupaya untuk memperluas pasar serta meningkatkan kualitas produk. Dengan inovasi dan komitmen yang tinggi, harapan besar diarahkan agar buah merah menjadi salah satu ikon ekonomi lokal yang berkelanjutan.



Komentar