JAKARTA – Kerikil kecil yang berserakan di jalan sering kali dianggap sepele oleh para pengendara. Namun, banyak pemilik mobil yang merasa khawatir apakah benda-benda kecil ini bisa menjadi penyebab ban bocor, terutama saat melintasi jalan rusak atau berbatu.
Meski ukurannya kecil dan sering diabaikan, kerikil yang tersangkut di alur ban dapat menyebabkan kerusakan pada ban. Fisa Rizqiano, Deputy Head of OE Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, menjelaskan bahwa secara teori, kerikil memang bisa menembus lapisan luar ban. Namun, kemungkinan kerikil menyebabkan ban langsung bocor sangat kecil.
“Kerikil memang bisa menembus karet, tetapi sulit sampai menembus sabuk baja (steel belt), yang bisa menyebabkan angin kurang atau kempes,” ujar Fisa saat dihubungi, Sabtu (20/12/2025).
Ban mobil modern dirancang dengan struktur berlapis. Di balik lapisan karet tapak ban, terdapat sabuk baja atau steel belt yang berfungsi memperkuat ban sekaligus menjaga kestabilan bentuk saat kendaraan melaju. Lapisan inilah yang menjadi pengaman utama dari kebocoran. Kerikil kecil yang terjepit di tapak ban umumnya hanya meninggalkan bekas atau tersangkut sementara, lalu terlepas dengan sendirinya saat mobil terus berjalan.
Pada kesempatan berbeda, Fachrul Rozi, Customer Engineering Support Michelin Indonesia, mengatakan bahwa kerikil yang tertinggal di sela-sela tapak ban dapat menyebabkan tekanan yang tidak merata pada permukaan ban saat digunakan.
“Kerikil yang tersangkut dapat memengaruhi keseimbangan ban, berpotensi merusak struktur tapak, bahkan memperbesar risiko ban mengalami kerusakan seperti sobek atau bocor,” kata Rozi.
Gesekan antara kerikil dan tapak ban juga bisa meningkatkan suhu ban, terutama saat berkendara dalam jarak jauh. Suhu yang meningkat ini dapat mempercepat ausnya karet ban dan mengurangi daya cengkeramnya di jalan, khususnya pada kondisi jalan basah.
Untuk itu, pengendara tetap perlu waspada. Kerikil yang tajam dan terjepit dalam waktu lama berpotensi merusak karet ban secara perlahan, terlebih jika kondisi ban sudah aus atau tekanan angin tidak sesuai rekomendasi.
Pemilik mobil juga sebaiknya rutin memeriksa kondisi ban, terutama setelah melewati jalan berbatu, proyek konstruksi, atau medan yang tidak rata. Pemeriksaan visual sederhana bisa membantu mendeteksi benda asing yang menempel di tapak ban sebelum menimbulkan masalah lebih serius.
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Memastikan tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan.
- Menghindari jalan berbatu atau berlubang sebanyak mungkin.
- Melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi ban, terutama setelah melewati jalan yang tidak rata.
- Menjaga kebersihan ban untuk mencegah kerikil menempel terlalu lama.
Dengan kondisi ban yang terawat dan tekanan angin yang tepat, risiko ban bocor akibat kerikil di jalan bisa diminimalkan, sehingga perjalanan tetap aman dan nyaman.



Komentar