Pandangan Pep Guardiola Mengenai Isu Imigrasi
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan bahwa menyalahkan warga pendatang atas masalah negara adalah tindakan yang salah. Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pernyataan Sir Jim Ratcliffe, pemilik saham minoritas Manchester United, yang sebelumnya menyebut Inggris tengah dijajah oleh imigran.
Meskipun Sir Jim Ratcliffe telah meminta maaf atas pilihan kata yang dinilai ofensif, Guardiola merasa perlu menekankan perspektif kemanusiaan dalam isu global ini. Ia mengatakan:
”Saya menghormati Sir Jim Ratcliffe, namun dunia saat ini menghadapi masalah besar di mana kita cenderung memperlakukan pendatang sebagai akar permasalahan negara. Padahal, itu bukan kesalahan mereka.”
Guardiola menekankan bahwa setiap orang lahir di tempat tertentu tanpa bisa memilih. Ia mencontohkan dirinya sendiri sebagai orang Catalan dan pendengar sebagai orang Inggris. Menurutnya, tidak ada yang bisa memilih tempat kelahirannya, tetapi semua orang ingin kehidupan dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga mereka.
Ia juga menjelaskan bahwa mobilitas manusia adalah bagian dari kehidupan modern. Keberagaman budaya justru menjadi kekayaan yang membentuk kepribadian seseorang. Banyak orang meninggalkan tanah air bukan karena keinginan, melainkan karena terpaksa oleh keadaan.
Di Manchester City, Guardiola menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan. Ia memberikan contoh bagaimana para pemain dengan latar belakang agama dan budaya yang berbeda, seperti pemeluk Kristen dan Muslim, dapat bekerja sama dalam harmoni yang penuh rasa hormat.
”Masalah sering diciptakan para elite atau pemimpin. Kita sebagai bagian dari peradaban harus membangun kerukunan itu sendiri, tanpa harus bergantung pada instruksi atasan,” tambahnya.
Persiapan untuk Piala FA
Di sisi teknis, Manchester City tengah bersiap menjamu Salford City pada putaran keempat Piala FA, Sabtu (14/2). Namun, kondisi penyerang andalan Erling Haaland masih menjadi tanda tanya. Pemain asal Norwegia tersebut sempat ditarik keluar pada babak pertama saat City menundukkan Fulham tengah pekan lalu.
”Kondisinya belum 100 persen, namun tim medis menyatakan bukan cedera serius. Kami akan memantau perkembangannya sebelum laga,” jelas Guardiola.
Bagi Guardiola, Piala FA memiliki tempat spesial di hati. Ia mengaku sangat menikmati atmosfer stadion kecil dan antusiasme suporter tim dari kasta bawah.
”Pengalaman bertandang ke stadion dengan atmosfer yang begitu organik akan menjadi kenangan yang saya bawa seumur hidup,” ungkap Pep Guardiola.
Masalah dengan Rodri
Sementara itu, kabar kurang baik datang dari Rodri. Gelandang andalan City tersebut didakwa Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) atas dugaan tindakan tidak pantas. Hal ini buntut dari komentarnya yang mempertanyakan netralitas wasit Robert Jones dalam laga melawan Tottenham awal bulan ini.
Rodri sempat mengeluhkan gol Dominic Solanke yang dinilai berbau pelanggaran terhadap Marc Guehi.
”Saya tahu kami sudah menang terlalu banyak dan orang-orang tidak ingin kami menang, tetapi wasit harus netral. Ini tidak adil karena kami bekerja sangat keras. Ketika semuanya berakhir seperti itu, anda merasa frustrasi,” kata Rodri usai pertandingan.
Dalam sebuah pernyataan, FA menyatakan, diduga bahwa gelandang tersebut bertindak dengan cara yang tidak pantas selama wawancara media pasca pertandingan dengan membuat komentar yang menyiratkan bias dan/atau mempertanyakan integritas ofisial pertandingan. Hal itu bertentangan dengan aturan FA 3.1.
Rodri memiliki waktu hingga Rabu 18 Februari untuk memberikan tanggapan.



Komentar