Beranda / Human Interest / 5 Cara Menghindari Hubungan Toxic oleh Jerome Kurnia dan Nadya Arina

5 Cara Menghindari Hubungan Toxic oleh Jerome Kurnia dan Nadya Arina

Menghindari Hubungan Toxik: Tips dari Jerome Kurnia dan Nadya Arina

Hubungan yang sehat seharusnya menjadi ruang aman untuk bertumbuh, bukan sumber luka emosional. Namun, tidak jarang kita mengalami hubungan yang toksik tanpa disadari, yang bisa menggerus kesehatan mental kita secara perlahan. Film terbaru yang dibintangi oleh Jerome Kurnia dan Nadya Arina, Penerbangan Terakhir, memberikan gambaran bagaimana hubungan toksik dapat menghancurkan seseorang. Dalam wawancara eksklusif, mereka berbagi cara-cara menghindari hubungan toksik berdasarkan pengalaman karakter yang mereka perankan.

1. Cari Tahu Latar Belakang Pasangan Sebelum Pacaran

Nadya Arina, yang memerankan karakter Tiara dalam film tersebut, menyarankan untuk selalu mencari tahu latar belakang orang yang kamu dekati sebelum masuk ke tahap yang lebih serius. Menurutnya, ini penting untuk menghindari orang-orang yang hanya melakukan love bombing atau penuh kasih sayang di awal, tetapi justru menyembunyikan hal-hal buruk di baliknya.

“Mungkin buat aku lebih ke saat kamu sudah suka sama orang, sudah merasa kayak ‘gue suka deh atau jatuh cinta sama dia’, mungkin dicari tahu dulu kali ya dalam artian background-nya dia seperti apa. Terus mungkin bisa tanya-tanya sama orang sekitarnya dia, sama temannya dia, ya orang-orang yang kenal dia. Menurut aku itu sangat membantu dan boleh dijalanin, jangan sudah langsung dikenalin ke orang tua, langsung serius,” ujarnya.

Selain itu, Nadya juga menyarankan untuk mengunggah kebersamaan kalian di media sosial. Ini bisa membantu kamu mengenal siapa dia, mungkin dari orang-orang yang kalian kenal di media sosial. Jika dia ingin menutup-nutupi hubungan kalian, bisa jadi ada sesuatu yang dia tak ingin orang lain tahu tentang kamu.

2. Jangan Libatkan Masalah Uang

Tips kedua dari Nadya adalah jangan pernah melibatkan masalah uang dalam hubungan, apalagi kalau masih di tahap awal. Uang sendiri merupakan hal yang sensitif dalam setiap hubungan. Jika di awal hubungan kamu sudah diberatkan dengan masalah finansialnya, ke depan mungkin ia akan menganggap kamu sebagai sumber keuangan yang bisa memberikannya apa saja dan pada akhirnya mengikat. Tentu, ini bukanlah hal yang sehat dalam sebuah hubungan.

Aurelie Moeremans: Keraguan Teratasi, Broken Strings Akhirnya Difilmkan

3. Hati-Hati dengan Orang yang ‘Too Good to Be True’

Saat ditanya apa hal yang menandakan seseorang red flag atau tidak, Nadya menjawab sosok yang ‘too good to be true’. Bukan bermaksud untuk memfitnah atau skeptis, tapi ini merupakan langkah untuk berhati-hati agar tidak jatuh ke hal yang salah.

Seseorang yang terlihat terlalu sempurna sampai sulit dipercaya, seolah-olah tidak mungkin nyata, patut kamu waspadai. Ini karena tak ada manusia yang sempurna, ia pasti memiliki sebuah kelemahan, tapi pastikan kelemahan atau kekurangannya itu tidak akan membawamu kepada sebuah hubungan yang tidak sehat.

“Untuk kita bisa mengidentifikasi orang yang red flag, terlalu yang to good to be true kayaknya, dia baik banget. Nggak ada manusia se-perfect itu menurut aku. Jadi, kalau kamu ketemu orang yang se-perfect itu, oke nggak apa-apa kamu boleh kayak mengagumi dia, tapi ya kamu harus cek dulu. Maksudnya jangan langsung percaya 100% bahwa semua yang diomongin dia benar semua yang diakuin dia tuh beneran dari hati. Pokoknya kalau sudah ketemu orang yang too good to be true harus diwaspadai,” pesannya.

Terjebak 6 Jam di Pesawat, Dinar Candy Alami Migrain

4. Ikuti Perasaanmu

Jika Nadya bilang harus waspada dengan orang yang terlalu sempurna, maka Jerome memberikan sudut pandang laki-lakinya dengan berpesan untuk mengikuti feeling atau kata hati. Biasanya perasaan kamu saat pertama atau mulai dekat dengannya bisa menunjukkan hubungan kamu ke depannya. Jangan remehkan feeling kamu saat kamu merasa ada yang kurang baik tentangnya, dan malah terbuai dengan rayuan-rayuan maut.

“Kalau dia bilang itu to good to be true, kalau aku mungkin ikuti feeling sih kayak. Kadang tuh laki-laki ya, kamu tuh sudah tahu nih ada yang ngga benar sama orang ini pas baru dekat, cuman buta. Buta karena keindahannya atau karena ide, the idea of her, tapi sebenarnya tuh dari awal ada feeling nanti setelah setahun setengah sudah babak belur. ‘Tuh kan benar’ gitu lho. Jadi, mungkin kayak coba dengerin hati aja. Awal-awal jangan nge-bucin dulu,” kata Jerome.

5. Saling Menghargai Jadi Kunci Hubungan Langgeng

Jerome Kurnia juga membagikan pendapatnya tentang kunci hubungan yang langgeng. Menurutnya, menghargai, menjadi pendengar yang baik dan berdiskusi adalah cara untuk membuat hubungan menjadi sehat dan tahan lama. Menjalin hubungan itu adalah kolaborasi yang dijalankan oleh dua orang, tidak bisa masing-masing.

“Waduh itu jadi esai, aku nggak tahu ya aku masih muda, tapi selama aku hidup yang aku pelajari biasanya dikasih tahu sama orang-orang yang sudah menikah selama kayak 50 tahun gitu intinya ya saling respect, saling dengerin aja sih. Nggak selalu diri kamu yang benar dan hubungan tuh kolaborasi. Aku sangat nggak percaya bahwa kalau laki-laki tuh yang paling benar harus ikut laki-laki. Setiap orang punya porsi yang masing-masing. Diskusi sih intinya kayaknya,” kata Jerome.

Di bawah Hujan CFD, Adi Jemput Rezeki dari Jualan Jas Hujan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×