Beranda / tips / 9 Kebiasaan Hidup Hemat, Kelas Menengah Bisa Lebih Kaya dari Kelas Atas

9 Kebiasaan Hidup Hemat, Kelas Menengah Bisa Lebih Kaya dari Kelas Atas



JAKARTA – Memiliki penghasilan yang lebih besar memang bisa menjadi salah satu faktor pendukung kesejahteraan, namun membangun kekayaan bukan hanya sekadar tentang besarnya uang yang Anda hasilkan. Ini sering kali disalahpahami oleh banyak orang. Mereka mengira bahwa kekayaan berarti memiliki pendapatan yang tinggi. Namun, nyatanya masih banyak orang dengan gaji besar tetapi hidup dari gaji ke gaji. Sementara itu, orang tua zaman dahulu bisa hidup sejahtera meskipun dengan pendapatan sederhana.

Ini menunjukkan bahwa kekayaan bukanlah tentang seberapa besar uang yang Anda hasilkan, melainkan tentang apa yang Anda simpan dan bagaimana Anda mengelola uang tersebut agar bisa bertambah. Menurut studi dari buku The Millionaire Next Door karya Thomas Stanley, kebanyakan jutawan tidak terlihat seperti jutawan. Mereka mengendarai mobil bekas, tinggal di rumah sederhana, dan berbelanja di toko diskon. Mereka telah menguasai gaya hidup frugal dan seni berhemat, bukan berarti pelit, tetapi bijaksana dalam setiap keputusan keuangan.

Berikut ini adalah sembilan kebiasaan yang bisa dipelajari oleh kelas pekerja agar bisa membangun kekayaan bahkan lebih besar daripada orang dengan penghasilan tinggi:

1. Memasak di rumah seperti olahraga kompetitif

Hidup frugal bukan berarti tidak menikmati hidup sama sekali, tapi bagaimana setiap rupiah bisa memberikan manfaat yang lebih besar. Makan di luar boleh dilakukan saat ada acara khusus atau perayaan tertentu. Sementara makanan sehari-hari bisa dengan belanja di pasar dan memasak di rumah.

Contohnya, jika Anda menghabiskan hingga Rp300.000 per hari untuk makan di luar, Anda bisa hanya mengeluarkan tak sampai Rp100.000 untuk makan sekeluarga sampai dua kali sehari. Uang yang tidak digunakan untuk makan di luar bisa dihemat dan diinvestasikan dengan bunga majemuk. Menerapkan ini selama 20 tahun, Anda akan mendapatkan uang yang sangat banyak.

HP Androidmu makin lambat? Coba 5 cara ini sebelum ganti baru

Memasak di rumah juga bukan hanya tentang menghemat uang, tapi juga tentang mengambil kendali. Saat Anda memasak, Anda memutuskan apa yang masuk ke tubuh Anda dan anggaran Anda. Anda mengembangkan keterampilan yang memberikan keuntungan selamanya. Selain itu, ada sesuatu yang menenangkan dalam ritual menyiapkan makanan sendiri. Ini menghubungkan Anda dengan apa yang Anda konsumsi dengan cara yang tidak akan pernah bisa dilakukan dengan memesan melalui aplikasi.

2. Memperbaiki barang daripada menggantinya

Mesin cuci rusak, mobil bersuara aneh, Anda bisa cukup memperbaikinya alih-alih menggantinya dengan yang baru. Mentalitas memperbaiki ini sangat berharga untuk membangun kekayaan. Setiap perbaikan yang Anda lakukan sendiri menghemat biaya penggantian penuh ditambah biaya tenaga kerja.

Namun yang lebih penting, ini juga mengubah cara Anda memandang harta benda. Harta benda menjadi investasi untuk dipelihara, bukan barang sekali pakai yang diganti pada tanda pertama masalah. Di era digital saat ini juga memperbaiki barang bisa menjadi semakin mudah dengan banyak tutorial yang bisa dicontoh di YouTube.

3. Mengenal baik setiap tetangga di dekat rumah

Dengan punya koneksi yang baik dengan tetangga, Anda bisa mengetahui latar belakang mereka dan mengetahui apa yang bisa didapatkan dari mereka ketika Anda memerlukan sesuatu, bisa untuk meminjam tangga, garam atau bumbu yang habis, atau bahkan membantu saat mobil Anda mogok.

Modal sosial adalah modal yang nyata. Hubungan-hubungan itu menghemat uang Anda untuk segala hal, mulai dari mengasuh anak hingga perbaikan rumah. Tetapi hubungan-hubungan itu juga menciptakan peluang. Membangun koneksi ini tidak memerlukan pesta makan malam atau keanggotaan golf, tapi bisa dimulai dengan mempelajari nama-nama, menawarkan bantuan saat Anda bisa, dan hadir secara konsisten. Orang-orang terkaya memahami bahwa hubungan adalah aset yang nilainya meningkat seiring waktu.

HP Androidmu Sering Panas? Coba 5 Cara Ini untuk Menyegarkannya

4. Mereka membeli barang berkualitas sekali saja, bukan barang murahan berulang kali

Berikut adalah sesuatu yang berlawanan dengan intuisi. Berhemat seringkali berarti menghabiskan lebih banyak uang di awal. Orang zaman dulu sering menyisihkan uang dan menabung untuk membeli sepatu bot berkualitas yang akan bertahan bertahun-tahun, bukan sepatu bot murah yang akan rusak dalam beberapa bulan.

Terry Pratchett menyebut ini sebagai “teori sepatu bot” tentang ketidakadilan ekonomi, tetapi ini juga merupakan prinsip membangun kekayaan. Teori ini bisa digunakan untuk menghitung biaya per penggunaan, bukan harga yang tertera. Ini juga berlaku untuk semuanya, peralatan rumah tangga, furnitur, perkakas. Beli sekali, yang tepat. Rasa sakit awal karena menghabiskan lebih banyak uang akan hilang ketika Anda masih menggunakan barang yang sama satu dekade kemudian sementara orang lain telah mengganti barang mereka tiga kali.

5. Memperlakukan kartu kredit bak bahan radioaktif

Kartu kredit bukanlah sesuatu yang jahat, namun para penganut hidup frugal kerap kali tidak menggunakan dan bahkan menjauhinya kecuali benar-benar diperlukan. Kartu kredit menyebabkan utang yang berbunga dan itu adalah racun finansial. Menghindari utang konsumen seperti memberi diri Anda kenaikan gaji. Setiap rupiah yang tidak Anda bayarkan untuk membayar bunga adalah rupiah yang dapat Anda investasikan. Seiring waktu, perbedaan ini akan berakumulasi menjadi kekayaan nyata.

6. Memanfaatkan hiburan seperti profesional

Hiburan di rumah pelaku hidup frugal adalah cukup dengan buku-buku, permainan papan, atau berjalan-jalan ke taman. Perjalanan ke bioskop bisa dilakukan ketika ada film-film diputar dengan harga diskon. Ini bukan karena tidak mampu, tapi bagaimana lebih kreatif menggunakan uang. Hiburan gratis ada di mana-mana jika Anda mau mencari. Perpustakaan sekarang menawarkan lebih dari sekadar buku, ada juga yang memiliki layanan streaming, lokakarya, dan acara komunitas. Taman, museum pada hari-hari gratis, konser komunitas, jalur pendakian, masih banyak lagi hiburan lainnya. Hiburan mahal seringkali tidak lebih menyenangkan. Beberapa kenangan terbaik bahkan bisa didapatkan tanpa membutuhkan biaya apa pun.

7. Berbelanja seperti ahli strategi militer

Ketika berbelanja, pelaku hidup frugal benar-benar detail. Tak boleh keluar dari daftar belanja, perhatikan merek dan toko, dan pantau harga produk bak harga saham. Ini bukan sekadar penghematan, tapi matematika. Berbelanja dengan daftar belanja mengurangi pembelian impulsif hingga 23%. Menggunakan kupon dan berbelanja saat ada diskon dapat mengurangi pengeluaran hingga 20%. Jika digabungkan, kebiasaan ini dapat mengurangi tagihan belanjaan Anda secara signifikan. Namun kekuatan sebenarnya terletak pada pola pikir. Ketika Anda berbelanja secara strategis, Anda mengatakan: “Saya mengendalikan uang saya; uang saya tidak mengendalikan saya.” Pergeseran mental dari pengeluaran reaktif menjadi proaktif mengubah segalanya.

Cara mengatasi masalah Instagram yang error, gagal login, dan feed tidak muncul

8. Ciptakan berbagai sumber pendapatan secara alami

Di kondisi ekonomi seperti saat ini, punya pekerjaan sampingan jadi hal penting. Tak perlu setiap hari, bisa hanya di akhir pekan, atau melakukan pesanan di hari-hari tertentu. Ini bukan hanya soal kewirausahaan, tapi juga menjadi upaya bertahan hidup. Tetapi ini mengajarkan saya bahwa bergantung pada satu sumber pendapatan itu berisiko. Saat ini, menciptakan berbagai sumber pendapatan lebih mudah dari sebelumnya. Jual barang secara online, tawarkan keahlian Anda sebagai pekerja lepas, sewakan tempat parkir. Aliran pendapatan kecil ini akan bertambah. Lebih penting lagi, mereka memberikan keamanan yang tidak dapat ditandingi oleh satu gaji pun.

9. Berinvestasi pada keterampilan, bukan barang

Tidak semua orang bisa meninggalkan warisan berupa harta untuk anaknya, tapi satu hal yang penting adalah mewariskan keterampilan, memastikan anak kelak dapat mengetik, memasak, membuat anggaran, dan berpikir kritis. Para pelaku hidup frugal memahami bahwa keterampilan adalah satu-satunya aset yang tidak dapat diambil. Setiap keterampilan yang Anda kembangkan adalah potensi sumber pendapatan dan penghematan uang yang terjamin. Belajar coding, dan Anda dapat membangun situs web sendiri alih-alih membayar orang lain. Kuasai Excel, dan Anda menjadi sangat berharga di tempat kerja. Pahami investasi, dan uang Anda bekerja lebih keras daripada Anda.

Hal yang baik dari punya keterampilan adalah keterampilan bersifat kumulatif. Setiap kemampuan baru membuat mempelajari kemampuan berikutnya lebih mudah. Keterampilan selalu bersama Anda dan meningkat seiring penggunaan. Dalam ekonomi yang tidak pasti, keterampilan bisa jadi jaminan utama untuk menyelamatkan hidup Anda.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×